BOLAGILA, Jakarta Dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, PT Pertamina (Persero) menjalankan program Sampah Kita. Program tersebut juga menjadi komitmen nyata Pertamina dalam menanggulangi sampah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan bahwa hingga akhir 2023, Pertamina melalui 121 program Sampah Kita berhasil mengolah sampah hingga 876.023 ton. Ia pun menyebut, program tersebut telah mengurangi emisi karbon hingga 101.499 ton CO2EQ per tahunnya.

“Program Sampah Kita juga telah berhasil menghasilkan manfaat dari sisi perekonomian, ibaratnya ubah sampah jadi cuan,” katanya.

“Di akhir tahun lalu program ini menghasilkan manfaat hingga Rp 644 juta per tahun dan memberikan manfaat untuk lebih dari 48 ribu masyarakat di sekitar unit bisnis Pertamina,” jelas Fadjar.

Sebagai informasi, program Sampah Kita memiliki target berkontribusi aktif dalam pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%. Pertamina pun menaruh perhatian lebih dengan menggelontorkan 121 Program Pengolahan Sampah dibawah payung program TJSL Sampah Kita.

Program Sampah Kita di Indramayu

Salah satu program Sampah Kita yang memberikan dampak cukup baik adalah Wiralodra (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah) di Desa Balongan, Desa Lombang dan Lapas Bimasakti, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Melalui program tersebut Pertamina memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah menjadi kerajinan tangan berdaya jual. Selain itu, dilakukan juga budi daya maggot yang terintegrasi dan dijadikan pakan ternak ayam dan juga kambing.

Program Wiralodra itu telah mampu memberikan manfaat ke 32 orang anggota aktif dengan meningkatkan pendapatan kelompok rata-rata Rp36 juta per tahun. Program itu juga mampu mengelola sampah organik hingga 200 kg per bulan serta mengurangi potensi karbon dioksida sebesar 310 kg CO2 eq per tahun.

“Pertamina benar benar mendukung dan memberi pendampingan pada warga desa dalam program Wiralodra ini, sehingga sampah sampah yang tadinya menumpuk dan tidak bisa diolah, kini kami manfaatkan menjadi kerajinan dan menjadi sumber rezeki bagi kami warga desa,” ujar Matori, Ketua Kelompok Wiralodra.

Bank Sampah Kumpulin.id

Program lain yang juga berhasil mengubah kemandirian warga adalah Bank Sampah kumpulin.id, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Melalui program ini, Pertamina mengajak masyarakat desa untuk mengelola sampah menjadi pupuk dan kerajinan ecobrick.

Bahkan warga bisa menukar sampah mereka menjadi saldo aplikasi ojek online Kamojang, atau yang dikenal sebagai Rangers App dan Para pelajar bisa menukar sampah menjadi voucher wifi untuk digunakan belajar.

Koordinator program Sinyal Kita, Cepi Nugraha mengungkapkan bahwa program tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekitar karena sisa-sisa sampah dari kulit kopi, sisa pakan elang, dan sampah plastik tidak lagi menjadi masalah, melainkan memberikan keuntungan.

“Belum lagi pelajar juga senang tukar sampah untuk dapet voucher internet di program Sinyal Kita, jadi sekalian edukasi soal kebersihan juga buat pelajar,” ungkapnya.

Sebagai informasi, program kumpulin.id mampu mengelola sampah anorganik hingga 12,9 ton dan sampah organik hingga 720 kg setiap tahun. Hingga kini, 2771 nasabah telah menukarkan sampah menjadi saldo aplikasi dengan total nilai sebesar Rp25,8 juta.

Tak hanya itu, program tersebut juga dapat menurunkan potensi karbon dioksida sebesar 4.643,2 ton CO2 per tahun.