Bolagila– Mendadak nama taipan keluarga Akidi Tio menjadi buah bibir orang di seantero Indonesia. Pasalnya keluarga almarhum taipan kaya raya asal Langsa, Aceh, itu tiba-tiba muncul dan menggelar jumpa pers di Polda Sumatera Selatan yang diwakili oleh sang anak bungsu, Heriyanti.

Sumbangan dengan nominal terbesar di dunia setelah Bill Gates itu rencananya akan diserahkan guna penanggulangan Covid-19 di propinsi Sumatera Selatan.

Sumbangan itu akan diserahkan sepenuhnya pengolaannya kepada Kapolda Sumatera Selatan untuk penanggulangan ketersediaan oksigen, obat terapi Covid-19, insentif bagi tenaga medis, dan penyediaan tempat isolasi bagi masyarakat umum.

Sebagian dari dana sumbangan itu direncanakan untuk menambah laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) yang kini hanya ada 15 unit dan total berkapasitas 2.000 sampel per hari yang akan dikoordinasikan dengan tim ahli agar bisa direalisasikan.

Kabar itu pun dengan cepat menyebar ke berbagai media nasional, diberitakan diberbagai media mainstrean dan stasiun-stasiun televisi. Berbagai platform media sosial yang dikuasai oleh para pegiat media sosial pun riuh semarak dengan kabar jumlah sumbangan dengan nilai yang fantastis ini.

Tidak hanya itu saja, gayung pun bersambut oleh para tokoh bangsa yang terkesima dengan jiwa filantropi keluarga taipan kaya raya Akidi Tio.

Mantan Menteri di era SBY, Dahlan Iskan, bahkan sampai mencari tahu ke orang dekatnya keluarga Akidi Tio. Sementara Mahfud MD masih menanggapinya dengan pandangan yang realistis.

Namun sayang beribu sayang, mimpi indah itu kandas. Rencana sumbangan sebesar Rp2 triliun yang diberikan secara simbolis itu akhirnya berbuntut panjang dan menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Kapolda Sumsel Pol Eko Indra Heri pun sangat kecewa dan tak menyangka menjadi korban pemberi harapan palsu.

Sumbangan yang akan disumbangkan ke Pemprov Sumatera Selatan untuk penanganan kasus Covid-19 ternyata hanya isapan jempol belaka dan tidak tahu dimana rimbanya uang Rp2 triliun itu.

Kucuran dana yang akan diserahkan melalui bilyet giro sampai detik ini belum dicairkan. Sumbangan Rp2 triliun yang dijanjikan itu tak pernah ada wujudnya. Kabar itu pun menyeruak dengan cepat menjadi buah bibir dan perdebatan banyak orang yang merasa kecele.

Sumbangan fiktif itu dianggap hoaks, sebagian menyebutnya prank, sebagian besar lainnya membela dengan berbagai narasi pikiran positif, mungkin ada kendala teknis perbankan yang harus diselesaikan.

Simpang siur informasi terkait sumbangan Rp2 triliun dari keluarga taipan Akidi Tio terus bergulir dan menjadi polemik. Teka-teki sumbangan fiktif itu hingga kini masih belum jelas statusnya.

Tapi, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi kemudian menyampaikan pernyataan berbeda. Dia mengatakan Heriyanti masih proses pemeriksaan.

“Status tersangka Heryanti diralat. Ada apa? Jangan-jangan Selasa hari ini cair,” tutur Dahlan lewat tulisannya di blog disway.id, dikutip detikcom Selasa (3/8/2021).

Dalam tulisannya, mantan Menteri BUMN itu menceritakan bahwa pagi kemarin polisi mengajak Heriyanti ke Bank Mandiri, bank yang disebut-sebut akan digunakan untuk mencairkan sumbangan Rp 2 triliun.

“Senin pagi-pagi Heryanti sudah dijemput di rumahnya untuk diajak ke Bank Mandiri. Polisi pun melakukan pengecekan di bank itu: apakah dana Rp 2 triliun dari Heryanti sudah ada,” tulis Dahlan.